Minggu, 25 September 2011

butuh anak-anak yang niat [!]

segala sesuatu akan terasa nyaman dijalani apabila hal tersebut adalah pilihan kita sendiri dan kita mampu konsisten juga bertanggung jawab penuh atas segala sesuatu yang terjadi baik buruknya di belakang hari .
segala sesuatu akan tercapai dengan sukses dan sempurna apabila kita benar-benar Niat dan mau Total ! :D

begitu juga saat ini yang Sumringah butuhkan , anak-anak yang niat, mau have fun dan mau belajar Nari bareng2 ..
sampai nanti-nantipun kami *kakak kakak* bakalan nunggu anak2 niat dan kita bisa belajar tari bareng2 ... :))

siapa bilang Tari daerah G jaman ?!?!??

tari daerah mungkin masih lekat banget hubungannya dengan yang jadul"..
tapi jangan salah , mengembangkan bakat melalui media tari daerah juga merupakan pilihan yang sangat bagus ..
karena selain mengekspresikan dan mengeksplor bakat dan kemampuan diri , melalui media Tari kita bisa sekalian melestarikan Kekayaan Budaya Indonesia yang rawan di Jiplak dan diCuri orang - orang atau fihak2 yang kurang kreatif .. /uuuupps :p

melalui Tari kreasi baru kita juga nggak perlu takut atau malu nari tari-tarian jadul yang dulunya cumak bisa di temuin di acara kawinan atau acara-acara kraton atau acara di balai kota ..:))
kita bisa memilih jenis dan tema tarian yang akan kita pelajari dan kita tampilkan .
kita makin happpy dan percaya diri dalam setiap penampilan karena kostum yang mendukung .
kostum yang fullcolour dan pastinya sesuai tema tari juga tetep unyuUnyu :*
jadi jangan takut malu atau nggak PeDe , karena kamu akan tetep akan jadi pusat perhatian dengan penampilan Tarimu yang memukau . ayo jadi penariiiiii .. :D


ada 'Sumringah' di MAN 3 MALANG :)




di MAN 3 Malang ada extra tari ..
wooooo .. jangan seddihh , :0
tarinya Tari Daerah atau Tari kontemporer.. tarinya aman kok ,

kita masih menjunjung tinggi nama almamater dan agama islam .
sekalipun Tari daerah , seringkali kami masih memilah dan memilih tari dan choreo yang tepat dan pantas untuk kami tampilkan sebagai muslimah yang baik . subhanallah yaa :))
Bukan perkara mudah mencari Tari Daerah atau Tari kreasi baru yang pantas dan tepat untuk kami dan Man 3 Malang , namun sejauh ini Tari yang kami tampilkan masih dapat diterima baik dan tetep ngEksiiiiss ciinnn :D

kami sebut kami atau anak ekstra Tari Daerah dengan "Sumringah" .
sesuai namanya , beragam tari yang sudah kami pelajari berhasil kami tampilkan dengan hati dan wajah yang Sumringah :)
maka sampai nantipun kami harap para penerus Sumringah terus menjaga nilai nilai baik Tari daerah dan muslimah sejati ..

Selasa, 13 September 2011

Asal Ususl Tari Gambyong

Tari Gambyong merupakan suatu tarian yang disajikan untuk menyambut tamu atau mengawali suatu resepsi perkawinan. Ciri khas, selalu dibuka dengan gendhing Pangkur. Tariannya terlihat indah dan elok apabila si penari mampu menyelaraskan gerak dengan irama kendang dan gending.

Instrumen      : gender, kendang, kenong, kempul, dan gong

Perkembangan : Awal mula istilah Gambying tampaknya berawal dari nama seorang penari taledhek.
Penari yang bernama Gambyong ini hidup pada zaman Sunan Paku Buwana IV di Surakarta.
Penari ini juga dsiebutkan dalam buku "Cariyos Lelampahanipun" karya Suwargi R.Ng. Ronggowarsito (1803-1873) yang mengungkapkan adanya penari ledhek yang bernama Gambyong yang memiliki kemnahiran dalam menari dan kemerduan  dalam suara sehingga menjadi pujaan kaum muda pada zaman itu.

Gerak tari
Koreografi tari Gambyong sebagian besar berpusat pada penggunaan gerak kaki, tubuh, lengan
dan kepala. Gerak kepala dan tangan yang halus dan terkendali merupakan spesifikasi
dalam tari Gambyong. Arah pandangan mata yang bergerak mengikuti arah gerak tangan dengan memandang  jari-jari tangan ,menjadikan faktor dominan gerak-gerak tangan dalam ekspresi tari Gambyong. Gerak kaki pada saat sikap beridiri dan berjalan mempunyai korelasi yang harmonis.
Sebagai contoh , pada gerak srisig (berdiri dengan jinjit dan langkah-langkah kecil),
nacah miring (kaki kiri bergerak ke samping, bergantian atau disusul kaki kanan
diletakkan di depan kaki kiri, kengser (gerak kaki ke samping dengan cara bergeser/posisi telapak
kaki tetap merapat ke lanati). Gerak kaki yang spsifik pada tari Gambyong adalah gerak embat
atau entrag, yaitu posisi lutut yang membuka karena mendhak bergerak ke bawah dan ke atas.
Penggarapan pola lantai pada tari Gambyong dilakukan pada peralihan rangklaian gerak,
yaitu pada saat transisi rangkaian gerak satu dengan rangkaian gerak berikutnya.
Sedangkan perpindahan posisi penari biasanya dilakukan pada gerak penghubung, yaitu srisig, singket ukel karana, kengser, dan nacah miring. Selain itu dilakukan pada rangkaian gerak berjalan
(sekaran mlaku) ataupun gerak di tempat (sekaran mandheg).
Tari Saman

tari saman1
Tari Saman: Bagai ada 1000 tangan
Tari saman punya banyak nama. Bukan hanya tari seribu tangan, tapi juga Saman Gayo di Aceh Tenggara dan Tengah, Saman Lokop di Aceh Timur, dan Saman Aceh Barat di Aceh Barat.
Tarian tradisional Melayu ini asal mulanya dari daerah Aceh Tenggara tepatnya di dataran tinggi Gayo. Nama "Saman" diambil dari nama pencipta dan pengembang tari Saman yaitu Syeikh Saman. Ia adalah salah seorang ulama yang menyebarkan agama Islam di Aceh. Itu sebabnya syair atau lagu yang digunakan dalam tari saman adalah bahasa Arab dan Aceh. Biasanya syair yang dipakai dalam tari saman berisi pesan-pesan dakwah, sindiran, pantun nasehat, dan pantun percintaan.
Tarian saman diduga berasal dari tarian Melayu kuno karena tari saman menggunakan dua gerakan yang umum digunakan dalam tarian Melayu kuno: tepuk tangan dan tepuk dada. Menurut cerita, Syeikh Saman menyebarkan agama Islam sambil mempelajari tarian Melayu kuno. Supaya dakwahnya lebih mudah, Syeikh Saman menggunakan syair-syair dakwah dengan gerakan-gerakan tari. Sampai sekarang, tari saman yang sifatnya religius ini masih dipakai sebagai alat penyampaian pesan dakwah.
Pertunjukan Tari Saman dari Masa ke Masa
Dahulu, tari saman ditampilkan dalam upacara adat tertentu. Salah satunya adalah upacara memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sekarang, tari saman juga ditampilkan dalam acara-acara kenegaraan seperti kunjungan tamu-tamu negara atau dalam pembukaan festival dan acara lainnya.
Pada masa penjajahan Belanda, pertunjukan tari saman dilarang karena katanya mengandung unsur magis yang bisa menyesatkan. Namun larangan ini tidak dihiraukan oleh masyarakat Aceh. Tari saman pun terus berkembang pesat sampai sekarang. Selain itu, tari saman tidak hanya dipertunjukkan di NAD tapi juga di kota-kota lain di Indonesia. Tari saman bahkan sudah sampai ke negara-negara tetangga dan Eropa.
Mari Menari!